rss

Thursday, August 12, 2010

Enggan Diistimewakan

Ini adalah kisah Rasullullah SAW dalam perjalanannya bersama para sahabat. Di tengah perjalanan rombongan Rosul dihadang oleh seorang Muslim. Muslim itu memohon kepada Rasullullah SAW untuk singgah sebentar kerumahnya. Karena ia ingin menjamu rombongan Rasullullah SAW. Rasullullah SAW, merasa tidak sampai hati untuk menyakiti hatinya. Akhirnya Rosul pun mengabulkan permintaan sahabatnya tersebut.
Sesampainya dirumah sahabatnya, ternyata makanan yang ingin dihidangkan belumlah siap. Bahkan kambingnya pun belum dipotong. Akhirnya salah seorang sahabat meminta izin kepada Rosul, untuk membantu menyembelihkan kambing itu. Rosul mengabulkannya dengan mengganggukan kepalanya. Sementara yang satu bersedia untuk mengulitinya, dan yang lainnya bersedia untuk mencincang daging kambing tersebut. Begitu pun ada yang mengajukan dirinya untuk memasaknya agar bisa dengan cepat dinikmati hidangannya.
Melihat para sahabatnya turun dan ikut menolong, Rosull amatlah senang. Tak lama kemudian Rasullullah SAW berkata, "Baiklah, sekarang kerjakan tugas kalian masing-masing. Aku akan membantu untuk mencarikan kayu bakarnya." Sontak para sahabat kaget mendengar ucapan Rosul tersebut. Ya Rasullullah, jangan lakukan itu. Biarkan kami saja yang mengerjakannya. Engkau pun tahu kalau tenaga kami masih sanggup untuk mengerjakannya!", ujar para sahabat.
Tak dipungkiri walaupun tanpa Rasullullah SAW turun tangan pekerjaan ini memang bisa terselesaikan. Namun Rosul tetap akan melakukannya sambil menjelaskan kepada para sahabat "Alimtu annakum takfunani, walakinni akrahu an atamayyaza 'alaykum. Wa'lam annallaha yakrahu 'abdahu mumayyazan bayna ashhabih" (Aku tahu para sahabat, tanpa kontribusiku pun tenaga kalian masih sanggup untuk pekerjaan yang satu ini. Namun aku tidak suka jika diistimewakan diantara kalian. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah SWT tidak menyenangi hamba-Nya, yang ingin mendapat perlakuan khusus diantara sahabat-sahabatnya).
Setelah membaca kisah diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa Rasullullah SAW adalah seorang pemimpin yang siap bekerja sama dengan para sahabatnya. Juga seorang panutan yang tidak suka diperlakukan secara istimewa.
Mengapa? Karena Rasullullah SAW tahu betul, bahwa siapa pun yang menginginkan dirinya mendapat perlakuan seperti itu, pada hakikatnya ia sedang mempersiapkan diri mendapat kemurkaan dari Allah SWT. Apakah Anda seorang Pemimpin yang sering ingin mendapatkan perlakuan yang khusus??? Semua jawabannya ada ada diri Anda sendiri.***(oleh : A. Hajar Sanusi - Peserta Prog. Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung)

0 komentar:


Post a Comment